Ulama nama lain dari Rahib, Pendeta, Sarjana. Ulama secara umum diketahui masyarakat tidak berbeda dengan Rahib dan Pendeta, semua terkait dengan agama tertentu. Rahib adalah alim yang menguasai dan mengerti kitab Taurat yang disebut pada zaman Nabi Musa Alaihissalaam, sedangkan pendeta juga adalah alim yang menguasai dan mengerti kitab Injil yang disebut pula di zaman Nabi Isa alaihissalaam. sedangkan Ulama tidak berbeda dengan Rahib ataupun pendeta.
Dari mulai Rahib, Pendeta hingga Ulama, sejatinya adalah manusia yang pastinya penuh hilaf dan dosa, hanya saja mereka lebih banyak memiliki ilmu terkait dunia dan Akhirat secara penuh. namun seiringnya waktu, Rahib tetap ada namun sebutan ulama pada pengikut Yahudi, demikian pula Pendeta ada dalam sebutann ulama pada pengikut Nasharni.
Kita perlu ketahui, pada dasarnya Agama - agama itu dari dahulu adalah Islam dengan pokok tujuan yakni mentauhidkan Allooh, hanya saja yang berbeda adalah Rosulnya dan Syari'atnya. Islam yang dibawa Nabi Musa, Islam yang dibawa Nabi Isa dan Islam yang dibawa Nabi Muhammad. namun waktu yang begitu panjang dan jauh dari pada Rosul-rosul tersebut terjadilah perubahan nama dan syariat oleh para penjahat agama yang mengaku-ngaku datangnya dari Allooh.
Agama Yahudi adalah agama para Rahib yang Mensyarah Taurat menurut ilmu pengetahuan yang mereka miliki termasuk kedengkian dan kepentingan dunia yang mereka inginkan, akhirnya lahirlah kitab Talmud yang menjadi pensyarah kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa. dan membaca kitab Talmud lebih baik daripada membaca kitab Taurat. maka lahirlah Agama yang saat ini kita sebut Agama Yahudi. agama tersebut mengaku mengikuti taurat tapi para Rahib mereka menggiring kepada kitab Talmud yang notabenenya mengikuti kepentingan nafsu dunia dan urusan kepentingan sumpah iblis di baliknya baik tanpa sadar ataupun kesadaran para pemimpinnya.
Demikian agama Nasharani adalah agama para Pendeta yang mensyarah kitab Injil menurut ilmu pengetahuan yang mereka miliki termaduk kedengkian dan kepentingan dunia yang mereka inginkan, akhirnya kita mengenal agama Nashrani yang mana tuan mereka adalah Paus yang menjadi Pendeta tertinggi.
Mungkinkah agama Islam yang saat ini, kita dapati akan demikian pula??? .......................................
Tanyakan kepada diri sendiri, apakah yang sebenarnya terjadi ...............
Dapat kita lihat secara realita dilapangan, bahwa Islam terpecah menjadi 73 golongan, bahkan sebelumnya Yahudi pun terpecah menjadi 71 golongan dan Nashrani menjadi 72 golongan. namun yang perlu kita garis bawahi bahwa mengapa terpecah, perlu kita kembalikan ke diri sendiri, bagaimana mensikapi terkait manusia-manusia yang Allooh pilih atas kerja keras mereka yang menjadikan diri mereka mulia, dengan berusaha mendekatkan diri kepada Allooh sang pencipta alam semesta dan sang pemberi pesanan agar manusia kembali pulang dengan selamat ke negeri akhirat sebelum manusia di turunkan dari Surga akibat sebuah kesalahan.
Ulama hanya penunjuk jalan, penerang dari kegelapan, bukan yang membuat samar dan menjerumuskan manusia ke dalam kegelapannya neraka. tapi secara realita ulama adalah manusia yang tentunya memiliki kesalahan dan lupa. Jika demikian semua dikembalikan kepada masing-masing jiwa, bahwa kita akan kembali secara masing-masing dan akan mempertanggung jawabkan masing-masing. dan ulama mustahil bisa menolong kita kecuali kita sama-sama mengikuti petunjuk Allooh Subhaanalloohu wa ta'ala.
Walloohu a'lam.
