Find Us OIn Facebook


Sejak awal mula seorang bersyahadat, menyatakan diri muslim (bila ia baru masuk Islam) atau menyadari eksistensi keislamannya (bila ia muslim sejak lahir); ketika itu pula ia sudah harus siap dan bersedia menjalankan segala perintah dan larangan Allah, menerapkan segala hukum dan aturan Allah; baik dalam lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, negara dan dunia global.
"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". [QS al-An'am 6:162-163]

Meskipun dalam realita dan praktiknya, seorang muslim pasti menghadapi berbagai problema dan kendala yang membuatnya tidak mampu menjalankan niat dan cita-cita tersebut secara murni dan utuh. Namun bukan itu yang penting dan dinilai oleh Allah Ta'ala. Yang pokok dan dinilai adalah komitmen atau iltizam seseorang muslim dengan tali Allah, wahyu Allah (al-Quran dan as-Sunnah), syariat Allah; serta tidak menyeleweng dan menyimpang dari jalan Allah yang lurus tersebut. Menyimpang dari jalan Allah dengan berbuat bid'ah adalah kesesatan. Sedangkan menyeleweng (berkhianat) dari syariat Allah dengan menjadikan hukum sekuler di atas syariat Allah adalah kekufuran.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." [QS Ali Imran 3:103]
"Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." [QS al-An'am 6:153]

Konsekwensi dari komitmen atau iltizam tersebut mengharuskan adanya sikap al-Wala' wal-Bara', setia dan loyal kepada Allah dan para kekasih-Nya serta benci dan berlepas diri dari thaghut (iblis, syaitan dan para pemuka kesesatan) dan para penolongnya. Inilah yang harus terus kita jaga, perkuat, dan sempurnakan hingga kita bertemu Allah.

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [QS al-Baqarah 2:256]

Orang-orang yang dengan sadar dan tegas menyatakan persetujuan dan kerelaannya untuk menjalankan sistem dan hukum sekuler yang meletakkan syariat dan hukum Islam sejajar (apalagi di bawah) sistem dan hukum sekuler, mereka itulah yang telah melepaskan tali ikatan Islam dari leher-leher mereka. Kalau mereka sendiri telah menyatakan sikap dan pendirian mereka tersebut dengan jelas dan tegas, kenapa pula sebagian kita masih tetap saja sibuk mengangkat mereka sebagai Ulil Amri? Sayangilah Syahadat kita, wahai muslimin! Jangan sampai kita hanya sibuk "memerangi" bid'ah yang sebagian diantaranya masih kecil kadar penyimpangannya, namun kita membiarkan berlakunya sistem hukum sekuler yang merupakan penyelewengan dan kekufuran terhadap Allah Ta'ala.

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." [QS an-Nisa' 4:60]
Lebih baru Lebih lama

Tab

12
3
6
9
-- --- ----
-- --- ----
Memuat label...

Selamat datang di blog kami!
Gunakan tab di atas untuk navigasi cepat.